Sanaa, Beritasatu.com - Iran menjadi pihak yang paling banyak disorot dalam laporan internasional mengenai dukungan persenjataan dan teknologi militer kepada milisi Houthi di Yaman.

Bantuan yang dilaporkan mencakup pelatihan, tenaga ahli, serta perlengkapan untuk mendukung pengoperasian rudal dan pesawat nirawak atau drone. Namun, dukungan militer terhadap Houthi tidak hanya dikaitkan dengan Iran.

Laporan panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diberitakan AP News juga menyinggung peran kelompok bersenjata Irak dan Hizbullah Lebanon dalam memperkuat kemampuan militer Houthi.

Sejumlah laporan internasional menunjukkan, penguatan militer kelompok tersebut melibatkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari pengiriman perlengkapan hingga transfer teknologi dan pelatihan.

Bagaimana Cara Houthi Menghimpun Dana untuk Mendukung Perang?

ADVERTISEMENT

Dukungan itu turut menjadi perhatian karena Houthi menggunakan rudal dan drone dalam serangan di kawasan Timur Tengah.

Iran Disorot sebagai Pemasok Dukungan Militer Houthi

Peran Iran dalam penguatan militer Houthi menjadi perhatian setelah Reuters menerbitkan laporan investigasi pada 23 Juli 2026.

Mengutip empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Reuters melaporkan Iran mengirim komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), penasihat militer, serta perlengkapan terkait rudal dan drone ke Yaman.

Pengiriman itu disebut berlangsung melalui penerbangan dari Teheran pada 13 Juli 2026. Pesawat Mahan Air tersebut awalnya dijadwalkan mendarat di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi. Namun, pesawat itu dialihkan ke pelabuhan Hodeidah setelah bandara Sanaa mengalami serangan.

Dua sumber asal Iran yang dikutip Reuters menyebut pesawat tersebut membawa antara 10 hingga 21 personel IRGC, termasuk sejumlah komandan senior. Salah satu sumber mengatakan para komandan itu bertugas mendukung operasi Houthi dan memberikan pelatihan mengenai sistem rudal baru.

Reuters juga melaporkan adanya komponen untuk rudal jarak pendek dan menengah serta drone dalam pengiriman tersebut. Informasi itu disampaikan oleh analis keamanan dan intelijen Mzahem Alsaloum, yang memantau aktivitas Houthi dan kelompok lain yang didukung Iran.

Meski demikian, laporan tersebut tidak membuktikan seluruh persenjataan Houthi berasal langsung dari pemerintah Iran. Informasi Reuters berfokus pada dugaan pengiriman personel dan perlengkapan militer, serta upaya memperkuat kemampuan operasional kelompok tersebut.

Serangan Houthi, Putra Mahkota Arab Saudi Pindah-pindah Istana Berbunker

Iran berulang kali membantah memberikan kemampuan rudal kepada Houthi. Abdel Rahman al-Ahnomi, pejabat media Houthi yang mengaku berada di pesawat tersebut, menyebut tuduhan pengiriman ahli militer Iran sebagai kebohongan dan rekayasa. Ia mengatakan seluruh penumpang pesawat merupakan warga sipil.

PBB Ungkap Peran Hizbullah dan Kelompok Bersenjata Irak

Dukungan militer terhadap Houthi juga dikaitkan dengan jaringan kelompok yang memiliki hubungan dengan Iran. Laporan panel ahli PBB mengenai sanksi terhadap Houthi, sebagaimana diberitakan AP, menyebut adanya transfer perlengkapan militer dan pelatihan dari sejumlah pihak.

Menurut laporan tersebut, Houthi berkembang dari kelompok bersenjata lokal dengan kemampuan terbatas menjadi organisasi militer yang lebih kuat. Perkembangan itu dikaitkan dengan dukungan Pasukan Quds, unit elite IRGC, Hizbullah Lebanon, serta kelompok bersenjata Irak.

Panel ahli PBB juga menyoroti kemiripan sejumlah peralatan militer Houthi dengan sistem persenjataan yang diproduksi atau digunakan Iran dan kelompok yang bersekutu dengannya.

Persenjataan yang menjadi perhatian mencakup rudal balistik, rudal jelajah, drone pengintai dan serang, sistem pertahanan udara portabel, serta alat bidik termal.

Laporan tersebut menggambarkan bagaimana dukungan dari luar membantu Houthi meningkatkan kemampuan menggunakan sistem persenjataan yang kompleks.

Panel PBB menilai transfer perlengkapan militer, teknologi, bantuan keuangan, dan pelatihan kepada Houthi telah mencapai skala yang signifikan.

Dengan demikian, penguatan kelompok tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan senjata, tetapi juga penguasaan keterampilan teknis dan dukungan operasional.

Houthi Punya Rudal Balistik hingga Drone, Seberapa Kuat Militernya?

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya jaringan dukungan dalam meningkatkan kemampuan tempur Houthi. Meski demikian, peran masing-masing pihak perlu dibedakan berdasarkan bentuk bantuan yang dilaporkan, baik berupa persenjataan, pelatihan, maupun dukungan teknis.