Jakarta, Beritasatu.com – Bursa saham Asia melemah tajam pada Kamis (15/10/2026), dipimpin oleh penurunan pasar Korea Selatan dan Jepang. Aksi jual saham teknologi semakin dalam setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot akibat inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Kontrak berjangka saham AS juga bergerak melemah, menandakan tekanan di pasar saham masih berlanjut.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,7% ke level 5.548,78 pada Kamis pagi. Posisi tersebut jauh di bawah level 9.000 yang sempat ditembus pada Juni 2026, ketika optimisme terhadap pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong indeks ke rekor tertinggi.
IHSG Pagi Hari Ini Jatuh Lagi ke Level 5.800
Tekanan besar terjadi pada saham-saham teknologi. Samsung Electronics merosot 9,5%, sedangkan produsen cip memori SK Hynix terjun 11,4%.
ADVERTISEMENT
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 4,8% menjadi 64.489,06. SoftBank Group, yang merupakan investor OpenAI, melemah 9,4%. Sementara itu, saham produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron turun 7,3% dan produsen cip memori Kioxia Holdings anjlok 11,2%.
Indeks Taiex Taiwan, yang turut diuntungkan oleh lonjakan investasi AI, terkoreksi 3%. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen cip terbesar Taiwan, turun 2,2% menjelang pengumuman kinerja keuangannya.
Pelemahan juga terjadi di pasar saham China dan Hong Kong. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1% menjadi 24.071,25, sedangkan Shanghai Composite merosot 1,4% ke level 3.713,22. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,1% menjadi 8.715,60.
Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Turun Rp 13.000 Per Gram
Penurunan bursa Asia mengikuti pelemahan Wall Street pada Rabu (14/10/2026). Indeks S&P 500 turun 1,1%, Dow Jones melemah 0,1%, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi terkoreksi 1,9%.
Saham-saham yang berkaitan dengan AI mengalami tekanan signifikan. Nvidia turun 3,2%, Broadcom melemah 3,1%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) merosot 5,7%.
Aksi jual tersebut menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham teknologi setelah reli yang didorong optimisme terhadap AI.
